Apa itu Sistem Basis Data ???
Sistem
Basis Data, adalah suatu sistem pengelolaan kumpulan data secara computer-based, sistem ini memiliki tujuan
untuk menyimpan dan memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi,
sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk
kepentingan proses pengambilan keputusan. Lebih lanjut lagi, dalam sebuah
sistem basis data, secara lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sbb:
1.
Hardware
2.
Operating System
3.
Database
4.
Sistem Pengelola Bisnis Data
5.
User
Mengapa
kita perlu menggunakan Sistem Basis Data, karena dalam Sistem Basis Data,
arsip-arsip data yang ada dapat dikelompokkan berdasarkan waktu, ukuran maupun
judul dengan demikian penggunaan Sistem Basis Data akan mempermudah User untuk
mencari data yang diinginkan dalam sebuah arsip. Dengan menggunakan Sistem
Basis Data, kita dapat mencari data-data yang bahkan sudah bertahun-tahun lalu,
selama data tersebut tersimpan dalam basis data kita dapat dengan mudah
memanggilnya kembali
Keuntungan
dari Sistem Basis Data:
-
Mengurangi
duplikasi data
-
Meningkatkan
integritas data
-
Memelihara
indepensi data
-
Meningkatkan
keamanan data
-
Memelihara
konsistensi data
-
Memanipulasi
data dengan lebih canggih
-
Mudah
digunakan
Kekurangan
Sistem Basis Data:
- Sistem
lebih rumit, sehingga perlu tenaga ahli untuk mengurus masalah desain, program
dan implementasinya
- Lebih
mahal pengadaannya
- Bila
terdapat akses yang tidak benar, dapat merusak basis data
- Karena
semua data terdapat di pusat, maka overload dapat menyebabkan kerusakan pada
hardware maupun software
- Proses
maintenance dan back up akan memakan waktu karena ukurannya besarMenurut Pakar Jaringan Komputer dan Database
Berikut ini adalah beberapa pengertian dari Basis Data (Database) menurut para ahli dan juga para pakar jaringan komputer dan juga database:- Gordon C. Everest
2. C.J. Date
Date mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Database adalah suatu
koleksi “data operasional” yang sengaja disimpan dan juga dipakai oleh
suatu sistem aplikasi dari suatu organisasi. Lebih lanjut, Date
menyebutkan bahwa data yang tersimpan di dalam database memiliki tiga
jenis data, yaitu Data Input, output dan juga operasional.
3. Toni Fabbri
Fabbri, mengatakan bahwa Database merupakan suatu sistem dimana
banyak terdapat file – file dan juga data yang terintegrasi dimana file
serta data tersebut memiliki sebuah primary key untuk melakukan proses
pengulangan data.
4. S. Attre
Pendapat lain mengenai pengertian database diungkapkan oleh Attre.
Attre mengatakan bahwa Database adalah sebuah koleksi dari data-data
yang saling berinteraksi satu sama lain yang ada di dalam suatu
organisasi atau enterprise yang digunakan untuk berbagai macam
kebutuhan.
5. Chou
Chou memberikan definisi lainnya mengenai database. Chou mengatakan
bahwa database merupakan sebuah kumpulan informasi yang bermanfaat yang
diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus, sehingga dapat digunkaan
untuk berbagai keperluan dari sebuah organisasi.
6. Fabbri dan Schwab
Fabbri & Schwab mengatakan bahwa database adalah sebuah system
pemberkasan terpadu yang dirancang untuk dapat meminimalkan pengulangan
data.Dari beberapa pendapat mengenai pengertian database atau basis data yang sudah dikemukakan oleh beberapa tokoh diatas ini, maka dapat disimpulkan, bahwa database atau basis data merupakan suatu kumpulan data yang dapat berupa berbagai macam file yang tersimpan di dalam storage khusus yang digunakan untuk kepentingan suatu organisasi dan dapat diakses ataupun digunakan oleh siapapun yang berhak dan juga membutuhkannya.
Menurut Ahli dan Praktisi
Lalu, setelah memahami mengenai pengertian dari basis data atau database, maka berikut ini ada beberapa pengertian mengenai sistem basis data atau database system menurut beberapa ahli dan juga praktisi:- Rogayah
- Waliyanto (2000)
- C.J. Date (dalam Muiz, 2007)
Sistem basis data memiiki pengertian yang tidak telalu banyak. Hal ini dikarenakan banyak para pakar yang sering mengkaitkan sistem basis data dengan DBMS atau database management system (Sistem manajemen basis data).
Sistem Manajemen Basis Data (SMBD atau DBMS)
Berikut ini adalah beberapa pengertian dari sistem manajemen basis data menurut para ahli, untuk mendukung pengertian dari sistem basis data :- Connolly & Begg, 2002
Biasanya DBMS memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan Database melalui sebuah Data Definition Language (DDL), menspesifikasikan tipe data,struktur dan batasan pada data yang disimpan pada Database.
Kemudian juga memungkinkan insert, update, delete, dan mengambil data dari Database melalui Data Manipulation Language (DML), mempunyai pusat penyimpanan untuk semua data dan deskripsi data memungkinkan DML untuk menyediakan fasilitas umum untuk data tersebut yang umumnya disebut bahasa query
- Elmasri. N.
- C.J. Date
- S.Attre
- Gordon.C. Everest
- Kadir (2003)
Berdasarkan beberapa pendapat dari tokoh dan jug ahli komputer di atas mengenai DBMS, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan DBMS atau Database Management System adalah sebuah program atau software komputer yang memilki fungsi utama untuk memanipulasi, me-manage, dan juga melakukan pengaturan terhadap database atau basis data.
Sistem Basis Data dan DBMS
Sistem basis data dan juga DBMS memiliki hubungan yang sangat erat. Dikatakan bahwa suatu sistem basis data adalah sebuah sistem yang terdiri dari database dan juga DBMS. Jadi, bisa disimpulkan bahwa suatu sistem basis data merupakan suatu sistem yang melakukan proses management pada basis data atau database dengan menggunakan software DBMS.Suatu basis data dan juga DBMS tidak akan disebut sebagai sistem basis data, apabila antaa database dan juga DBMS tidak mengalami interaksi dan tidak saling berhubungan satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dari contoh DBMS relasional yang dapat membuktikan keterkaitan kedua database ini pada software.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar